ISLAM AGAMA KESEHATAN

ISLAM AGAMA KESEHATAN

Senin, 16 Desember 2013

Surat Rekomendasi Libur Ke Bali Untuk Farhan Dalimunthe 2

Ini surat rekomendasi libur ke Bali mang. Bisa diprint dengan minta bantuan kawan atau ust. kalau Farhan belum ngerti cara mencetaknya. mudah2 sih bisa ya.

Kamis, 07 November 2013

Wisata Ilmiah Pendidikan Islam di Pondok Surya

Bagi pencinta karya S2D, telah terbit buku baru berjudul "Wisata Ilmiah Pendidikan Islam di Pondok Surya: Mendesign Panorama Berpikir Para Doktor". Bagi yang berminat bisa menghubungi penulis langsung.

Buku ini berharap dan bermimpi bahwa belajar dijadikan secara emosional dan intelektula sebagai wisata ilmiah, sehingga melakukannya dengan enjoy dan menyenangkan, tidak menjadi beban, seperti kenyataan bagi sebagian orang.

Jumat, 13 September 2013

PENDIDIKAN KARAKATER MEMPERKECIL VIRUS KKN

SEMINAR NASIONAL IKATAN CENDEKIWAN MUSLIM SE-INDONESIA DI GUNUNG TUA 17 SEPTEMBER 2013 DENGAN TEMA PERANAN ULAMA DAN CENDEKIAWAN DALAM MEMBERANTAS KORUPSI.

KPK SAJA TIDAK MAMPU MEMBERANTAS KORUPSI, JADI ULAMA DAN CENDEKIAWAN HANYA SEBAGAI PENUTUR DAN PENULIS SAJA YA.

Selasa, 25 Desember 2012

MENELUSURI LELUHUR DALIMUNTHE

Ada satu penelitian tentang pertemuan silsilah Dalimunthe Gunung Tua, Rantau Prapat, dan Muara Tais Sigalangan. Penelitian ini dilakukan oleh Drs. S.S. Sidabutar tahun Februari 1977. Menurut penelitian itu. Oppu Jalak Maribu yang sebagian menulis Ompu Jelek Maribur memiliki anak bernama Siudan Potir. Siudan Potir memiliki tiga anak.( 1. Tuan Morlum. Tuan Morlum punya anak namanya: a. Sutan Dunia. Inilah yang berkembang di Huta Tonga. b. Si Gobir. c. Jamandongar. Inilah yang berkembang di Muara Tais Sigalangan) (2. Raja Udik, anakni Siudan Potir, pahoppuni Oppu Jalak Maribu lah yang berkembang di Gunung Tua dan sekitarnya termasuk Purbasinomba.), (3. Oppun Jolak, anakni Siudan Potir, pahoppuni Oppu Jalak Maribu lah yang berkemang ke Poldung Rantau Prapat.

Jadi Sangat Jelas silsilah pertemuan Dalimunthe Gunung Tua, Rantau Prapat, dan Muara Tais Sigalangan ketemua di Siudan Potir, anak dari Oppu Jalak maribu.

Khusus untuk Gunung Tua. Raja Udik punya anak bernama Baruang Sodang Dangon. Baruang Sodang Dangon punya anak dua. Pertama Oppu Juangga, tinggal di Gunung Tua Julu dan kuburannya di Tor Sipipisan dan Kedua Oppun Sohalis, tinggal di Purbasinomba. Jadi Dalimunthe Gunung Tua dan Purbasiomba ketemu di Baruang Sodang Dangon. Jadi Oppun Juangga, oppung ni oppung niama Oppu Jalak Maribu. Songoni muse Oppun Sohalis, oppung ni oppung niama Oppu Jalak Maribu.

Penulis
:SEHAT SULTONI PINAYUNGAN BIN H. ABDUL RAHMAN I BIN MARAHAMIN BIN H. ABDUL RAHMAN BIN H. IDRIS BIN JAROBAEN BIN  JABILA BIN RAJA ONDOLAN BIN RAJA DOLOK BIN OPPUN JUANGGA DALIMUNTHE BIN BARUANG SODANGDANGON BIN RAJA UDIK BIN SIUDAN POTIR BIN OPPUN JALAK MARIBU BIN BARUANG SODOPAHON BIN  MUNTHE TUA (TUAN MUNTHE) BIN TUAN SORBA DIJULU (NAI AMBATON) BIN TUAN SORI MANGARAJA I BIN RAJA SISUMBAON BIN RAJA BATAK BIN OPPU PAUTAN DIBATA BIN OPPU ENG BANUA BIN OPPU RAJA BONANG-BONANG BIN OPPU RAJA ADOP-ADOP IBAT MANISI BIN RAJA BATARA GURU.

Kamis, 27 September 2012

SEMUA PERKATAAN BENAR KATA ZENON, SALAH KATA ARISTOTELES


SEMUA PERKATAAN BENAR KATA ZENON, SALAH KATA ARISTOTELES (Jum’at, 28-9-2012)

Aristoteles mengatakan bahwa pendapat Zenon itu salah. Lantas, ia mengatakan kepada Zenon, “Jika engkau berkata bahwa pendapatku benar, maka engkau telah membatalkan pendapatmu sendiri, dan jika engkau berkata bahwa pendapatku salah, maka engkau telah menguatkan pendapatku.” Zenon bungkam dan diam.  Sumber: Mulyadhi Kartanegara, The Best Chicken soup…, hal. 67-68

Sayangnya, Pak Mulyadhi tidak menuliskan konteks pembicaraan Aristoteles dan Zenon itu. Jika dipahami secara umum, pandangan Zenon itu dalam bahasara Arab disebut junun alias gila. Bayangkan jika itu diphami para ahli pendidikan, bagaimana menerapkan ujian. Guru memberikan pertanyaan, murid dan siswa menjawab. Jawabannya semua benar. Bagaimana merankingnya semua rata-ratanya 10. Peguruan tinggi juga gak usah membuat sidang skirpsi, sidang tesis, dan sidang disertasi, wong semua perkataan itu benar. Penguji atau promotor bertanya, jawaban peserta sidang atau promopendus semua benar. Nilainya tentu 100 A+. Kalau begitu, ngapain repot-repot buat sidang.
Tapi kakau kita dalam posisi peserta sidang ada peserta ujian, cocok juga kita ikutin pendapat Zenon itu, biar gak repot. ha……………….l

SEMUA PERKATAAN BENAR KATA ZENON, SALAH KATA ARISTOTELES


SEMUA PERKATAAN BENAR KATA ZENON, SALAH KATA ARISTOTELES (Jum’at, 28-9-2012)

Aristoteles mengatakan bahwa pendapat Zenon itu salah. Lantas, ia mengatakan kepada Zenon, “Jika engkau berkata bahwa pendapatku benar, maka engkau telah membatalkan pendapatmu sendiri, dan jika engkau berkata bahwa pendapatku salah, maka engkau telah menguatkan pendapatku.” Zenon bungkam dan diam.  Sumber: Mulyadhi Kartanegara, The Best Chicken soup…, hal. 67-68

Sayangnya, Pak Mulyadhi tidak menuliskan konteks pembicaraan Aristoteles dan Zenon itu. Jika dipahami secara umum, pandangan Zenon itu dalam bahasara Arab disebut junun alias gila. Bayangkan jika itu diphami para ahli pendidikan, bagaimana menerapkan ujian. Guru memberikan pertanyaan, murid dan siswa menjawab. Jawabannya semua benar. Bagaimana merankingnya semua rata-ratanya 10. Peguruan tinggi juga gak usah membuat sidang skirpsi, sidang tesis, dan sidang disertasi, wong semua perkataan itu benar. Penguji atau promotor bertanya, jawaban peserta sidang atau promopendus semua benar. Nilainya tentu 100 A+. Kalau begitu, ngapain repot-repot buat sidang.
Tapi kakau kita dalam posisi peserta sidang ada peserta ujian, cocok juga kita ikutin pendapat Zenon itu, biar gak repot. ha……………….l

SEMUA PERKATAAN BENAR KATA ZENON, SALAH KATA ARISTOTELES


SEMUA PERKATAAN BENAR KATA ZENON, SALAH KATA ARISTOTELES (Jum’at, 28-9-2012)

Aristoteles mengatakan bahwa pendapat Zenon itu salah. Lantas, ia mengatakan kepada Zenon, “Jika engkau berkata bahwa pendapatku benar, maka engkau telah membatalkan pendapatmu sendiri, dan jika engkau berkata bahwa pendapatku salah, maka engkau telah menguatkan pendapatku.” Zenon bungkam dan diam.  Sumber: Mulyadhi Kartanegara, The Best Chicken soup…, hal. 67-68

Sayangnya, Pak Mulyadhi tidak menuliskan konteks pembicaraan Aristoteles dan Zenon itu. Jika dipahami secara umum, pandangan Zenon itu dalam bahasara Arab disebut junun alias gila. Bayangkan jika itu diphami para ahli pendidikan, bagaimana menerapkan ujian. Guru memberikan pertanyaan, murid dan siswa menjawab. Jawabannya semua benar. Bagaimana merankingnya semua rata-ratanya 10. Peguruan tinggi juga gak usah membuat sidang skirpsi, sidang tesis, dan sidang disertasi, wong semua perkataan itu benar. Penguji atau promotor bertanya, jawaban peserta sidang atau promopendus semua benar. Nilainya tentu 100 A+. Kalau begitu, ngapain repot-repot buat sidang.
Tapi kakau kita dalam posisi peserta sidang ada peserta ujian, cocok juga kita ikutin pendapat Zenon itu, biar gak repot. ha……………….l